Alur cerita Naruto episode 625

by harifain on 05:16 PM, 27-Mar-13

MIMPI YANG SEBENARNYA "
------------------------------------
Hashirama tentu saja kaget ketika
mendengar pilihan yang Madara tawarkan.
Orang-orang Senju bahkan lebih kaget
lagi, dan berkata,
"Membunuh adikmu atau membunuh
dirimu sendiri, pilihan macam apa itu,
hah!?"
Sat! Hashirama memberi aba-aba dengan
tangannya supaya rekannya tetap diam. Ia
ingin memikirkannya sendiri. Tapi,
Tobirama tetap berbicara,
"Lelaki ini gila." ucapnya.
"Apa rencanamu sekarang, kakak?"
"Apa kau akan membunuhku? Atau kau
mau bunuh diri seperti omong kosong
yang lelaki ini katakan? Bodoh sekali.
Jangan dengarkan dia, kakak!"
ujar Tobirama mendesak kakaknya.
Tapi secara mengejutkan, Hashirama
malah berkata pada madara,
"Terimakasih, Madara. Kau memang orang
yang simpatik."
Naruto Chapter 625 - Mimpi yang
Sebenarnya
Teks Version by www.Beelzeta.com
Madara memberikan Hashirama dua
pilihan, yang artinya ia tak harus
membunuh adiknya sendiri. Madara
mengerti perasaan seseorang yang
memiliki saudara.
"Dengarkan aku, Madara, ini akan menjadi
permintaan terakhirku." ucap Hashirama
sambil bersiap dengan sebuah kunai di
tangannya.
Ya. Hashirama melepas jubah perangnya
dan akan menusukkan kunai itu ke
perutnya sendiri. Hashirama akan bunuh
diri.
"Tak hanya dirimu, semua yang ada di
klan kita juga harus melakukan hal yang
sama. Setelah aku mati, jangan membunuh
Madara. Uchiha dan Senju tak boleh saling
bertarung satu sama lain lagi. Berjanjilah,
demi ayah kalian, dan cucu kalian yang
belum lahir. Sampai jumpa..."ujarnya
sambil Hashirama tersenyum, namun tak
bisa ditutupi air matanya menetes.
Masa-masa yang sempat mereka lalui
terlintas, terutama batu yang menjadi
tanda pertemuan mereka. Batu yang waktu
itu telah mereka buang, secara
mengejutkan belum benar-benar terjatuh
ke dasar sungai, melainkan masih
terapung.
Begitu juga dengan Hashirama kini.
Hubungannya dengan Madara yang dia
pikir akan segera berakhir, tiba-tiba
tersambung kembali. Secara tiba-tiba,
Madara memegang tangan Hashirama
sesaat sebelum ia menusuk perutnya.
"Sudah cukup. Aku sudah bisa melihat
tekadmu..."kata Madara.
Setelah pertempuran yang berlangsung
begitu lama, akhirnya Uchiha dan Senju
menyatukan kekuatan. Hari itu adalah awal
bagi perdamaian antara kedua belah
pihak. Bagi Hashirama, hari itu seperti
mimpi. Tak akan ada lagi orang yang
menjadi korban, tak akan ada lagi anak
kecil yang mati...
Setelahnya mereka mulai membangun
desa. Kemudiam, mereka juga bekerja
sama dengan negara api guna membuat
sebuah negara yang damai, yang
menganggap negara dan desa berada
pada tingkat yang sama.
Mimpi sejak kecil Hashirama, akhirnya
menjadi kenyataan.
"Apa kau masih ingat?" Hashirama dan
Madara dewasa berdiri di puncak bukit
batu sambil melihat ke arah desa yang
telah mereka bangun.
"Saat kita berbicara di sini, saat kita masih
anak-anak..."
"Ya.." sahut Madara.
"Kupikir itu hanya mimpi. Aku bisa saja
melakukannya kalau aku mau, tapi..."
"Mimpi itu akan menjadi kenyataan." ucap
Hashirama.
"Kepala shinobi, yang akan melindungi
negara api dari bayangan.. Hokage ...
bagaimana menurutmu?"tanya
Hashirama.
"Apa itu?" tanya Madara.
"Negara api meminta agar kita
memutuskan seorang pemimpin untuk
desa ini. Aku ingin kau menjadi
pemimpinnya, menjadi Hokage." ucap
Hashirama.
"Kau memang sudah tidak memiliki
saudara lagi. Tapi, aku ingin kau
menganggap semua shinobi yang ada di
desa ini sebagai saudaramu. Aku ingin kau
menjaga mereka.."lanjutnya.
"Aku... aku bahkan tak mampu menjaga
adikku yang sebenarnya." ucap Madara.
"Ayolah, tak ada waktu untuk menyesali
hal itu." ucap Hashirama.
"Lalu, selain Uchiha dan Senju, klan
Sarutobi dan Shimura juga ingin menjadi
rekan kita."
"Mustahil... apa kau serius?"
"Ya. Dan tidak cuma mereka. Selanjutnya
desa pasti akan terus tumbuh. Kemudian,
kita harus memberi desa ini nama. Apa
kau punya ide?"kata Hashirama.
Madara yang kebetulan sedang membawa
daun yang tengahnya berlubang sejenak
terdiam. Kemudian melalui lubang di daun
itu, ia melihat ke arah desa. Lalu ide
muncul,
"Desa... yang tersembunyi di balik daun,
konoha. Bagaimana menurutmu?"ucap
Madara.
"..." Hashirama tertunduk suram.
"Sederhana sekali... tak ada pelesetannya
sama sekali..."komentar Hashirama sperti
menerima.
"Hei, istilah Hokage yang kau buat juga
sama, kan!?" ucap Madara.
"Dan ngomong-ngomong, apa sampai
sekarang kau masih suka depresi seperti
itu???"
Memang butuh waktu yang lama, tapi saat
itu Hashirama merasa kalau pada akhirnya
mereka akan bisa menjadi teman yang
akrab untuk selamanya.
"Apakah hokage akan selalu berada di
desa dan menjaganya?" tanya Madara.
"Ya, tapi tak hanya itu." sahut Hashirama.
"Dengan tumbuhnya desa, hokage pasti
akan menjadi semakin sibuk. Itulah kenapa
aku ingin mengukir wajahmu di batu besar
ini, sebagai simbol kalau kau akan selalu
melindungi desa."
"Apa kau bercanda?"guman Madara.
"Yaah, mungkin aku akan sedikit
memodifikasinya, karena wajahmu sedikit
menyeramkan." ucap hashirama.
"Ah, jadi kalian di sini..." Tiba-tiba
Tobirama datang dan menghampiri
mereka.
"Kenapa kalian malah sibuk di sini?
Pemimpin negara api datang untuk
berdiskusi!!" ucapnya.
"Tobirama..." Madara melihat ke arahnya,
dan Tobirama membalas dengan tatapan
yang masih belum bisa bersahabat.
----- Naruto Chapter 625 -----
Di ruangannya, Hashirama menceritakan
mengenai usulnya untuk menjadikan
Madara sebagai pemimpin pada Tobirama.
Dan tegas tegas, Tobirama tidak setuju.
"Hokage!? Jangan memutuskannya
seenaknya!! Kalau kau ingin
merekomendasikan Madara sebagai
pemimpin desa, itu tak apa. Tapi sebelum
mengambil keputusan akhir, kita harus
mendiskusikannya terlebih dahulu pada
orang-orang yang tinggal di desa dan
negara ini, dan berkonsultasi dengan tetua.
Ini berbeda dari saat ayah kita masih
hidup."ujar Tobirama.
"Tapi..."
"Dan lagi, Uchiha Madara tak akan pernah
dipilih sebagai ketua. Semua orang tahu
kalau kaulah yang telah membangun desa
ini. Bahkan klan Uchiha mengakuinya.
Juga, kau sudah mendengar rumor
tentang Uchiha, kan? Semakin mereka
dipenuhi kebencian, mata mereka akan
menjadi semakin kuat. Kurasa itulah cara
kerja sharingan. Kau tak pernah tau apa
yang akan mereka lakukan. Yang desa
butuhkan adalah..."kata Tobirama terhenti.
"Berhenti bicara seperti itu, Tobirama!"
bentak Hashirama. Dan mendadak,
terdengar suatu suara dari jendela.
Hashirama langsung membuka jendela,
tapi sudah tak ada siapa-siapa di sana.
"Kurasa barusan ada orang di sini.
Tobirama, kau juga merasakannya,
kan?"ujarnya
"Aku tak sedang memfokuskan chakra
sekarang. Dan, jangan mengubah topik
pembicaraan kita, kakak!"kata Tobirama.
"!!!" Hashirama kaget. Di atas genteng,
terlihat daun berlubang yang sebelumnya
Madara bawa. Tampaknya, Madara
mendengar percakapan mereka.
"Mulai dari sekarang, kita akan
menggunakan sistem demokrasi. Apa kau
keberatan dengan itu, kakak?"tanya
Tobirama.
"Tidak, tidak apa." ucap Hashirama.
***
Waktu pun berlalu yg Pada akhirnya, yang
menjadi hokage adalah Hashirama, dan
wajahnya telah dipahat pada bukit batu
besar yang ada di pinggir desa.
Suatu ketika pada awal-awal masa
jabatannya, Hashirama pernah diajak oleh
Madara ke monumen Uchiha, tempat yang
sebenarnya hanya klan Uchiha yang
diperbolehkan untuk masuk.
"Monumen batu ini telah diwariskan dari
generasi ke generasi, dan tak pernah
ditunjukkan pada klan lain. Ini adalah
monumen spesial, yang untuk
membacanya kau harus menggunakan
teknik mata. Sejauh yang bisa kubaca
sekarang, monumen ini mengatakan...
Untuk mencapai kestabilan, seorang desa
dibagi menjadi Yin dan Yang. Aksi dari
kedua kekuatan yang berlawanan ini
menciptakan segala sesuatu yang ada di
alam."
"Logika ini berlaku pada apapun." ucap
Madara lagi. "Dengan kata lain, ini
mengatakan kalau dua kekuatan
berlawanan itu menggabungkan kekuatan,
kebahagiaan yang sesungguhnya akan
bisa diraih. Akan tetapi, terdapat
penafsiran lain..."ungkap Madara.
"!?"
"Hashirama, apa kau pikir aku tak tahu?"
"Serahkan Tobirama padaku!" ucap
Hashirama sebelum Madara melanjutkan
perkataannya.
"Aku tak bisa melakukannya tanpamu.
Sebagai tangan kanan hokage, sebagai
saudaraku, bekerja samalah denganku.
Orang-orang akan mulai mengerti dirimu.
Dan saat itu, kau akan menjadi hokage
kedua."ucap Hashirama.
"Mungkin juga adikmu Tobirama yang
menjadi hokage kedua.. Dan jika itu terjadi,
klan Uchiha akan dimusnahkan. Karena
tahu hal itu, aku memberitahu anggota
klan Uchiha lainnya agar mereka segera
keluar dari desa. Tapi, tak seorangpun
mau mendengar kata-kataku."Ujar Madara
dgn Rada kecewa.
"Aku tak bisa melindungi adikku, dan
sekarang mungkin aku juga tak akan bisa
melindungi klanku. Meskipun aku sudah
berjanji pada adikku, anggota klanku tak
mau mempercayaiku, walau aku ingin
melindungi mereka.."kata Hashirama.
"Itu tidak benar, semuanya pasti akan
menyadari kalau..."
"Mungkin saat itu, aku harus
memerintahkanmu untuk membunuh
adikmu." ucap Madara.
"Kau berkata kalau aku adalah saudara.
Tapi demi desa, kau akan membunuhku
atau dia?"
Hashirama terdiam.
"Aku mengerti posisimu." ucap Madara
lagi.
"Tapi, aku tak bisa melakukannya lebih
dari ini. Aku... aku akan pergi
meninggalkan desa. Aku telah menemukan
jalan lain. Setelah kita sama-sama
menunjukkan tekad kita, aku sadar... kerja
sama hanyalah pertarungan diam-
diam."ungkap Madara.
"Itu tidak benar! Aku tak akan
membiarkanmu!!" ucap Hashirama.
"Itu tergantung bagaimana caramu melihat
kenyataan, Hashirama! Ayo kita berhenti
bersikap merendahkan diri. Setidaknya...
Lebih baik bagi kita melihat dunia ini
hanya sebagai hiburan saja."kata madara.
"Apa kau mendengarku, madara!?"Bentak
Hashirama.
Namun Madara terus berbicara dan tdk
memperdulikan kata2 hashirama,
"Kau adalah satu-satunya yang bisa
bersaing denganku. Sementara aku
berjalan menuju mimpiku yang
sesungguhnya... Aku akan menikmati
pertarungan denganmu."Ucap Madara dgn
Pandangan yg bgtu menyeramkan..
Sejak saat itu, Madara benar-benar
berubah menjadi iblis..
BAGAIMANA LANJUTAN KISAHNYA?
==========================
Bersambung ke Naruto Chapter 626

53763-574043545952908-117.png

53763-574043545952908-117.png

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images